DP3AK Provinsi Jatim
Berita Headline

5 Klaster yang Harus Dipenuhi Kota untuk Raih Predikat KLA

One Widyawati Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Pengarusutamaan
Hak Anak (PUHA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur.

Surabaya – Kota Surabaya kembali meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI di tahun 2018.

Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak, yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Demikian seperti diungkapkan One Widyawati Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Pengarusutamaan
Hak Anak (PUHA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur.

Lebih lanjut One menuturkan, ada lima klaster hak anak yang harus dipenuhi, agar sebuah kota mendapat predikat sebagai KLA.

“Limas klaster yang harus dipenuhi agar KLA bisa terwujud, adalah hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta perlindungan khusus bagi anak,” jelasnya.

Klaster 1, kata One, terkait hak sipil dan kebebasan. Salah satu yang paling penting adalah hak anak untuk mendapat identitas, termasuk pelayanan Akte Kelahiran gratis. Selain itu, anak juga berhak untuk mendapat informasi layak anak.

Klaster 2, tentang lingkungan keluarga dan pengasuhan anak. Klaster ini lebih mengarah pada ketersediaan lembaga konsultasi bagi keluarga terkait pengasuhan dan perawatan anak.

Klaster 3, terkait kesehatan dasar dan kesejahteraan anak. Klaster ini, lebih menyoroti tentang pelayanan kesehatan anak. “Mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil hingga kesehatan dan gizi anak ketika dalam masa pertumbuhan. Selain itu, pelayanan posyandu dan puskesmas layak anak juga menjadi perhatian,” paparnya.

Adapun klaster 4 mencakup pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya. “Jadi, setiap anak berhak untuk memperoleh pendidikan yang layak dengan fasilitas yang layak anak,” imbuhnya.

Terakhir, klaster 5, perlindungan khusus. Diantaranya, penanganan ketika anak dalam situasi konflik atau eksploitasi, dan anak berkebutuhan khusus.

“Untuk mencapai lima klaster KLA tersebut, diperlukan kerjasama serta koordinasi lintas sektor,” tukasnya.

One memandang kota Surabaya di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini telah memenuhi kelima klaster tersebut sehingga layak meraih predikat KLA.

“Luar biasa upaya Pemkot Surabaya untuk bisa menjadikan kota ini Layak Anak, mulai dari penyediaan banyak taman hingga ruang budaya untuk anak,” simpulnya. (rur)

Terkait