DP3AK Provinsi Jatim
Berita Headline

Waspadai Pelecehan Seksual pada Anak, Orang Tua Harus Lakukan Ini

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AK Provinsi Jawa Timur, Herawanto Ananda
Surabaya – Belum lama ini warga Surabaya digegerkan dengan peristiwa pencabulan terhadap seorang bocah yang masih berusia 7 tahun. Pelaku pencabulan tak lain adalah tetangga sang nenek yang tinggal di kawasan Wonorejo Asri.
Aksi bejat pria bernama Joko Susilo (39) itu dilakukan ketika korban yang ditinggal orang tuanya bekerja sedang dititipkan ke rumah neneknya, dekat rumah Joko. Saat korban bermain, Joko memanggilnya untuk masuk ke dalam rumah Joko. Saat itulah tindak pencabulan menimpa bocah berinisial SB tersebut.
Atas peristiwa tersebut Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan
Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur mengimbau kepada masyarakat, terutama bagi para orang tua agar terus memberikan pengawasan kepada anak-anaknya. Sebab, pelaku pelecehan pada anak bisa saja ada di sekeliling mereka.
“Orang tua harus lebih waspada dan intens menjaga buah hatinya. Karena anak-anak ini paling rentan menjadi korban kekerasan seksual ataupun kejahatan seksual lainnya. Jadi alangkah baiknya jika orang tua benar-benar ada untuk anak dalam waktu yang lebih banyak,” ujar┬áKepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AK Provinsi Jawa Timur, Herawanto Ananda.
Lebih lanjut Herawanto menuturkan, sesibuk apapun orang tua bekerja tetap harus memperhatikan kondisi buah hatinya. Salah satunya dengan membangun komunikasi yang intens terhadap buah hatinya.
“Selalu sempatkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, misalnya seharian ini apa yang dilakukan anak, bermain bersama siapa. Komunikasi-komunikasi seperti yang harus dilakukan orang tua yang meninggalkan anaknya bekerja,” tegas pria berkacamata itu.
Selain itu, kata Herawanto, orang tua juga harus mengajarkan buah hatinya untuk tidak mudah dekat dengan orang lain. Hal lain yang perlu ditekankan orang tua adalah mengajari buah hatinya agar area-area sensitifnya tak mudah dijamah orang.
“Ajari anak agar melarang siapapun meraba ataupun memegang area sensitifnya,” tukasnya.
Dikatakan pula, jika predator anak lebih menyukai calon korbannya yang dia kenal. Hal ini untuk memudahkan dia dalam melancarkan aksi bejatnya.
“Kalau sudah kenal, pelaku tidak butuh waktu lama untuk merayu korban. Berbeda kalau dilakukan terhadap korban yang belum dikenalnya, tentu pelaku masih harus melakukan pendekatan terlebih dulu,” ujarnya. (rur)